Bilang jangan galak, tapi maunya dimarahin.
🕚
11.47 PM
Gevariel sampai di tempat yang ia tuju di sebuah Pub (public house) milik temannya, Antrabia. Memarkirkan mobil lalu melangkah masuk dan matanya berpencar ke segala arah mencari keberadaan pacarnya yang tipsy itu.
Hampir setengah jam ia mencari sembari bertukar pesan dengan orang yang ia cari, namun, tetap belum bertemu. Hingga akhirnya ia menghampiri pemilik tempat untuk menanyakan keberadaan pacarnya, karena sebelumnya Antrabia terlihat sibuk dan baru sekarang ia terlihat bersantai.
“Sampai juga lo di sini” Ucap Antrabia
“Sok sibuk banget daritadi, mana cowo gua?”
“Daritadi lo cari dan belum ketemu? tolol juga”
“Berisik, section mana yang cowok gua dudukin?”
Ucapnya sedikit tidak sopan, tetapi tidak heran karena mereka berdua sama tidak sopannya.
Antrabia mengangkat dagu ke arah kanannya, menunjuk ruangan tertutup pintu yang Gevariel yakini itu ‘VIP section’, lalu tangannya menggeser gelas kecil ke arah Gevariel.
Gevariel mengangguk, pikirnya masuk akal karena sedari tadi ia tidak menemukan presensi pacarnya, lalu ia mendudukkan diri di kursi depan bartender untuk meneguk minuman bening yang temannya itu sodorkan, guna meredam sedikit emosi karena sedikit tersulut akan tingkah pacarnya itu.
“Bukannya lo ke sini buat jemput Shazra? Kenapa lo minum? mau mabuk lo?”
“Gak peduli, lo yang kasih gua minum ini, tanggung jawab lo gua mau nginap di sini. Thanks.”
Gevariel berucap sambil menepuk pundak temannya itu lalu berlalu menuju tempat yang di mana pacar berulah-nya berada.